Intip Bocoran Pertanyaan Saat Tes Wawancara, Yuk!

es wawancara kerja sudah dekat tapi belum tahu apa saja pertanyaan yang akan ditanyakan? Atau pertanyaan apa saja yang sering ‘menjebak’?
Ssstt… Intip Bocoran Pertanyaan Saat Tes Wawancara, Yuk!
Tahapan rekrutmen kerja yang kerap diadakan oleh perusahaan adalah wawancara. Dalam wawancara ini, interviewer ingin menggali dan tahu lebih banyak tentang potensi, kepribadian, minat, dan lain sebagainya dari kandidat.
Wawancara bisa dilakukan dalam berbagai tahap. Salah satunya adalah wawancara kerja atau wawancara HRD yang paling umum dilakukan. Lantas, apa saja pertanyaan yang sering diajukan dalam wawancara ini? Yuk, simak penjelasan berikut ini agar kamu tidak ‘tersesat’ saat wawancara kerja nanti!

  1. Menggali kepribadian kandidat

Wawancara kerja biasanya dilakukan oleh pihak HRD dari perusahaan tersebut. Namun, apabila perusahaan menggunakan jasa dari luar untuk keperluan seleksi, maka wawancara akan dilakukan oleh psikolog.

“Tujuan utama dari wawancara ini adalah untuk menggali kepribadian secara keseluruhan dari kandidat,” jelas Gita Aulia Nurani People Development Manager ECC UGM. Selain menggali tentang kepribadian kandidat, mereka juga ingin tahu tentang pengalaman dan peran dalam organisasi yang kamu ikuti, target, motivasi, sikap kerja, dan karakter. Jadi, pastikan kamu menjawab dengan jujur dan tunjukkan sisi positifmu.

  1. Jawabanmu tentukan nasibmu

Pertanyaan yang hampir selalu diajukan dalam wawancara ini adalah ‘Ceritakan tentang dirimu.’ Pertanyaan ini mungkin terkesan mudah tapi jangan anggap enteng.

Menjawab pertanyaan itu hanya dengan nama, alamat, pendidikan, hobi, dan apa saja yang sudah ada di CV, bisa menjadi alasan kegagalanmu, lho! Kamu harus menyusun kata-kata yang menceritakan dirimu dengan jelas tapi mampu menunjukkan passion, kelebihan, dan hal-hal lain yang dicari dan akan berguna di lingkungan kerja nanti.

“Jangan hanya memaparkan yang bisa dibaca di CV. Bisa-bisa dari pertanyaan pertama saja, sudah dicoret dari daftar kandidat yang lolos,” tukas Gita.

  1. Tak selalu direct question

Pertanyaan yang diajukan tidak selalu langsung menuju pada sasarannya, beberapa justru mungkin terkesan tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaanmu nanti. Pun terkadang kamu diberi pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang pernah kamu alami dan bagaimana cara mengatasainya.

Dari jawaban yang dikemukakan kandidat, bisa menunjukkan beberapa hal. “Misalnya, apakah dia adalah orang yang mudah beradaptasi, apakah memiliki teknik problem solving yang baik, dan lain sebagainya” jelas Gita.

  1. Pertanyaan seputar tugas akhir atau skripsi

Bagi fresh graduate, pertanyaan tentang skripsi ini seringkali diajukan. Mungkin kamu sedikit merasa heran mengapa perusahaan ingin tahu tentang skripsi yang kamu kerjakan. Skripsi ini adalah salah satu persoalan yang cukup sulit dihadapi oleh fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. “Disini akan dilihat bagaimana usaha dia dalam mengerjakan skripsi, juga bagaimana sikapnya dalam menghadapi suatu persoalan besar,” papar Gita.

  1. Waspadai pertanyaan jebakan

Beberapa pertanyaan yang diajukan bisa sangat menjebak, lho. Salah satu pertanyaan yang tricky dan sering ditanyakan adalah tentang kelebihan dan kekurangan.

Terlalu menceritakan kelebihan bisa dianggap sombong, atau menceritakan kekurangan justru menambah nilai minus dihadapan pewawancara. “Yang terpenting adalah memberikan jawaban yang tidak kontradiktif antara kelebihan dan kekurangan,” ujar Gita. Cobalah memberi jawaban dengan menceritakan pengalaman yang berkaitan sehingga jawabanmu bisa lebih mantap dan dipercaya.

Usahakan pula untuk menambahi solusi terhadap kekurangan yang kamu miliki. Misalnya jika kamu pelupa, sampaikan bahwa kamu berusaha selalu mencatat hal-hal penting agar tidak ada yang terlewat. Artinya, kamu tahu apa kekuranganmu, dan juga berusaha mengatasinya, bukan hanya membiarkan begitu saja. “Akan beda bobotnya mereka yang menjawab sekedar kekurangan saja dibandingkan dengan mereka yang juga mencari solusinya,” lanjut Gita.

  1. Bahasa nonverbal juga berpengaruh, lho

Tak hanya bahasa tutur, bahasa nonverbal juga mempengaruhi penilaian terhadap kandidat. Bahasa nonverbal ini bisa dilihat dari jabat tangan, kontak mata, kelancaran berbicara, sikap duduk, sikap dalam menjawab, dan durasi dalam memikirkan jawaban. “Tunjukkan antusiasme, kepercayaan diri, sopan santun dari setiap gerak-gerik, dan cara bertutur,” papar Gita.

Gita juga menyampaikan bahwa yang terpenting dari wawancara kerja adalah percaya diri karena wawancara kerja adalah ajang untuk menonjolkan diri. Jangan pula terlalu terbebani dengan pikiran negatif karena justru akan membuat down.

Nah, sudahkan kamu menyiapkan diri dan jawaban sebaik mungkin untuk wawancara kerja nanti? Jangan sampai usahamu hingga ke tahap ini gagal karena kamu melewatkan hal-hal detail, ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × two =

TETAP WASPADA:Perusahaan tidak pernah memungut biaya apapun dan Tidak Bekerjasama Dengan Agen Travel selama proses pendaftaran dan seleksi

X